Tari Tradisional, Tari KARONSIH Yang Mengiksahkan Kisah Cinta

shares |


Hallo man teman, jangan lupa untuk selalu membaca sampai selesai yapp... Jangan hanya sekilas saja. Dan setelah membaca sampai selesai biasakan meninggalkan komentar yapp biar saya semakin semangat buat artikel-artikel.
BANTU SHARE YAPP MAN TEMAN 🙏 😍
Secara tidak sengaja waktu kondangan di saudara jauh saya datang tepat sekali pada waktu acara pesta pernikahan dimulai dimana dalam pesta atau ceremony tersebut sepertinya menggunakan adat Jawa.

Saya pun beruntung bisa melihat secara langsung mengenai Tari KARONSIH yang tampil pada pernikahan tersebut, Tari Karonsih memang merupakan tarian yang wajib dalam sebuah pernikahan Jawa, Tarian ini merupakan salah satu budaya yang tentu saja wajib dilestarikan.

Nah, untuk mendapatkan lebih jelasnya mengenai Apa Itu Tari Karonsih !, Silahkan simak penjelasannya berikut ini sobat.

Tari KARONSIH Pada Adat Pernikahan Jawa ( Foto @Diary Mas Ifan )

TARI KARONSIH TENTANG CINTA YANG MASIH MEMBARA

Tari Karonsih dan juga Lambangsih merupakan sebuah lambang orang yang sedang jatuh cinta atau bermadu kasih (antara seorang lelaki dan seorang perempuan).

Tari Karonsih merupakan tarian yang menceritakan tentang kisah cinta dan juga kerinduan Dewi Sekartaji yang ditinggalkan oleh Suaminyanya Panji Asmara Bangun, yang kemudian dikenal dengan Tari Karonsih. Kata Karonsih sendiri berasal dari Bahasa Jawa ‘kekaron atau sakloron tansah asih’ yang mana memiliki arti bahwa keduanya masih saling mencintai.

Tarian ini biasanya ditampilkan pada pesta perkawinan adat Jawa. Setelah upacara adat bersama sanak keluarga, pengantin bersama kedua orangtua dan pager ayu diiringi penari cucuk lampah menuju pelaminan. Setelah duduk di pelaminan inilah Tari Karonsih ditampilkan. Namun ada juga yang menampilkan penari pria sebagai tokoh Panji Asmara Bangun ikut mengiringi pengantin sebagai penari cucuk lampah.

SINOPSIS TARI KARONSIH

Dikisahkan Panji Asmara Bangun harus meninggalkan kraton dengan menyamar sebagai orang biasa untuk mengetahui keadaan seluruh masyarakat Kerajaan Kedhiri serta ketulusan cinta Dewi Sekartaji. Kepergian tanpa pamit ini membuat Dewi Sekartaji menjadi kelimpungan.

Sebagai seorang istri, ia merasa kehilangan akan belahan jiwanya. Bersama inangnya, Dewi Sekartaji bersama inangnya berusaha mencari keberadaan Panji Asmara Bangun. Mengetahui bahwa Dewi Sekartaji demikian mencintainya, Panji Asmara Bangun akhirnya kembali ke kraton. Dewi Sekartaji yang merasa kesal karena diragukan cintanya, ia pun ngambek ketika Panji Asmara Bangun tiba.

Panji Asmara Bangun yang dilanda rindu mendalam terus merayu Dewi Sekartaji dengan terus menari dan memberi setangkai bunga. Dewi Sekartaji luluh hatinya dan memeluk Panji Asmara Bangun.

Seperti disebutkan di atas, bahwa Tarian ini biasanya ditampilkan pada pesta perkawinan adat Jawa.

Sebelum pernikahan dimulai, biasanya penari pria akan membimbing pengantin dan keluarga menuju ke pelaminan. Dengan iringan Ladrang Temanten, penari dan pengantin serta keluarga berjalan bersama ke pelaminan. Nama tarian ini adalah CUCUK LAMPAH. Penari pria akan menari gila-gilaan atau hanya tayungan (berjalan pelan untuk penari putra alus dan gagah)

Ketika semua pengantin dan semua keluarga sudah berada di pelaminan, tari karonsih pun langsung di sajikan, setelah berdoa bersama dan beberapa patah kata dari keluarga.

Dan inilah Dewi Sekartaji, yang di ceritakan sedang menunggu kedatangan sang pujaan hati, Panji Asmara Bangun ditengah hutan.

Dewi Sekartaji menunggu dan terus menunggu kedatangan sang suami, tapi yang ditunggu tak kunjung datang. Sekartaji mencari keberadaan Panji Asmarabangun, dan dia berdoa kepada sang kuasa, agar tidak terjadi sesuatu kepada suami tercintanya.

Tanpa dia sadari, ditengah-tengah doanya, sang pujaan hati datang menghampiri, tapi dengan sedikit jual mahal, Sekartaji malah pergi, kecewa karena dibiarkan menunggu tertalu lama.

Mengetahui bahwa sang istri kecewa, Panji Asmara Bangun pun mencoba untuk merayunya, dengan berbagai cara. Mulai dari mengejarnya sampai mengambilkan bunga kesukaan Sekartaji, dan memakaikannya di kepala Dewi Sekartaji. Akhirnya Dewi Sekartaji takhluk dan dengan gembira menari bersama suaminya tercinta.

IRINGIAN TARI KARONSIH

Gendhing untuk mengiringi tarian ini diawali dengan irama Pathetan Pelog 5 – Ktw. Pangkur Ngrenas Pelog 5 diteruskan Gangsaran kemudian malik (ganti nada) Slendro – Ktw. Kinanthi Sandhung Slendro Menyuro – Lambangsari dan diakhiri Ldr. Sigromangsah Slendro Menyuro.

Diharapkan dengan adanya tarian Karonsih, maka percintaan kedua mempelai bagaikan cinta kasihnya Galuh Candra Kirana dengan Panji Asmara Bangun.

Buat Yang Penasaran Dengan Tari KARONSIH gerakannya seperti apa ?, berikut rekaman yang saya dapatkan di pernikahan saudara saya bernama Dimas pengantin wanita siapa ya saya lupa namanya. Yang penting cek aja deh videonya di bawah ini :


Melestarikan Budaya Peninggalan nenek moyang tentu harus dilakukan, warisan budaya ini bisa dibilang merupakan salah satu aset untuk Negara yang bisa menghasilkan Income dan bahkan memiliki nilai yang berharga dimata dunia. Kewajiban kita sebagai generasi penerus bangsa tentu patut untuk menjaga dan melestarikannya.

Baca Juga Yang Ini yapp

BUAT TEMEN-TEMEN YANG MAU GABUNG JADI SAHABAT MAS IFAN DI GRUP WA BISA KONTAK SAYA DISINI WA 0831-9534-4214, JADI YANG PALING PERTAMA TAHU ADA ARTIKEL MENARIK DAN KEGIATAN MAS IFAN DI GRUP WA SECARA LANGSUNG... ENJOYY