Rudolf Diesel Penemu Mesin Diesel

shares |


Hallo man teman, jangan lupa untuk selalu membaca sampai selesai yapp... Jangan hanya sekilas saja. Dan setelah membaca sampai selesai biasakan meninggalkan komentar yapp biar saya semakin semangat buat artikel-artikel.
BANTU SHARE YAPP MAN TEMAN 🙏 😍
Istilah diesel tampaknya cukup familiar di telinga kita. Diesel sering digunakan untuk mendukung kinerja beberapa jenis mesin. Misalnya untuk mengoperasikan mesin genset yang biasanya dipakai sebagai pengganti listrik manakala sedang terjadi pemadaman listrik. Diesel juga dimanfaatkan untuk mesin kendaraan bermotor, terutama yang masuk dalam kategori kendaraan berat seperti truk, bus, bahkan kapal laut dan lokomotif.

Kendati diesel seringkali dituding sebagai biang polusi suara karena kebisingannya, namun sebenarnya diesel memiliki beberapa kelebihan ketimbang mesin yang memakai bahan bakar bensin. Mesin diesel unggul dalam efisiensi bahan bakar alias lebih irit. Lebih daripada itu, mesin diesel pun lebih ramah lingkungan apabila dibandingkan dengan mesin yang dioperasikan dengan menggunakan bahan bakar bensin. Satu lagi, keistimewaan mesin diesel adalah tidak memerlukan busi karena memakai sistem pembakaran tekan atau compression ignition.

Rudolf Diesel Penemu Mesin Diesel ( Foto @U-Report )

Tahukah kamu, penamaan istilah diesel sebenarnya diambil dari nama penemu mesin ini, yaitu Rudolf Christian Karl Diesel atau yang lebih dikenal sebagai Rudolf Diesel. Meskipun berdarah Bavaria (Jerman), Diesel justru dilahirkan di Paris, Prancis, pada 18 Maret 1858. Ayahnya adalah seorang perajin kulit. Diesel sudah dikenal berbakat dibidang ilmiah sejak usia belia, terlebih lagi untuk urusan permesinan. Karya - karya ilmiahnya yang memukau membuat Societer Pour L'Instruction Elementaire berkenan memberikan anugerah penghargaan kepada Diesel yang kala itu baru berumur 20 tahun.

Di waktu yang sama, keluarga Diesel terpaksa harus segera meninggalkan Prancis karena adanya perubahan kebijakan pemerintah setempat untuk kaum pendatang. Inggris pun menjadi tempat tujuan mereka yang kemudian menetap di London. Namun, Diesel hanya sekejap saja merasakan udara baru di negeri Britania Raya karena ia harus berangkat ke Augsburg, Jermanm, untuk melanjutkan studinya. Di tanah leluhurnya itu, Diesel menumpang di kediaman pamannya yang sekaligus juga sebagai gurunya di mana sang paman mengajar di sekolah tempat Diesel menuntut ilmu, yakni di sekolah menengah atas yang bernama Gewerbsschule.

Diesel membuktikan kejeniusannya dengan tercatat sebagai salahs eorang lulusan terbaik dari sekolah Gewerbsschule. Ia kemudian meneruskan studinya dengan kuliah di Universitas Teknik Muenchen. Sederet prestasi berhasil ditorehkan Diesel selama masa perkuliahan. 

Pada 1878, misalnya, ia sukses merancang cetak biru mesin uap dengan efisiensi tertinggi dan menjadi mesin paling mutakhir yang ada pada masa itu. Diesel juga menghasilkan sejumlah karta tulis ilmiah yang dipublikasikan untuk kepentingan masyarakat. Namun sayang, Diesel justru tidak meraih gelar sarjana karena ia terserang penyakit demam berdarah tepat pada saat ujian akhir kuliah dilaksanakan.

Setelah sembuh dari sakitnya, Diesel bekerja sebagai mekanik di sebuah perusahaan yang mengembangkan mesin pembuat es atau lemari pendingin. Sembari bekerja, Diesel tetap menjalani kuliahnya yang sempat tertunda selama ia terbaring sakit. Pada 1880, Diesel akhirnya merampungkan studinya dan meraih gelar insinyur mesin di mana ia berhasil mengguratkan namanya sebagai lulusan terbaik Universitas Teknik Muenchen sepanjang masa.

Pada 1893, Diesel menulis gagasannya mengenai mesin yang bisa bekerja tanpa busi dan mulai merancang prototipenya. Mesin inilah yang kemudian dinamakan mesin diesel atas anjuran istrinya. Diesel memperoleh hak paten atas mesin ciptaannya itu pada 1898. Mesin diesel pertama diproduksi oleh Busch-Zulzer Brother Diesel Engine Co., sebuah perusahaan asal Amerika Serikat dan kemudian dikembangkan oleh barisan perusahaan lainnya. Tak urung, Diesel pun menjadi kaya raya berkat mesin andalannya itu.

Akhir riwayat sang jenius penemu mesin diesel ternyata menyisakan misteri yang belum terpecahkan hingga kini. Pada 18 Oktober 1913, mayat Rudolf Diesel ditemukan terapung di Sungai Scheldt. Menurut informasi, pada bulan September 1913, Diesel diketahui berlayar menyusuri sebuah kanal di Inggris dengan menumpang sebuah kapal. Namun, beberapa waktu kemudian, ia telah menghilang dari kabin hingga penemuan mayatnya ditemukan berminggu-minggu setelahnya, namun ada juga yang mengatakan bahwa ia mati akibat dibunuh.

Baca Juga Yang Ini yapp

BUAT TEMEN-TEMEN YANG MAU GABUNG JADI SAHABAT MAS IFAN DI GRUP WA BISA KONTAK SAYA DISINI WA 0831-9534-4214, JADI YANG PALING PERTAMA TAHU ADA ARTIKEL MENARIK DAN KEGIATAN MAS IFAN DI GRUP WA SECARA LANGSUNG... ENJOYY